Taman siswa dan muhammadiyah dalam catatan sejarah pendidikan di indonesia

Hasil gambar untuk pendidikan tempo dulu

image by google.com

pada dasarnya Ada empat aliran yang sangat berpengaruh besar dalam pendidikan indonesia dalam catat sejarah  diantaranya, yaitu muhamadiyah, taman baca, ma’arif, dan INS kayutanan,  dari ke empat aliras pendidikan maka yang paling pertama berdiri adalah muhammadiyah, kemudian taman siswa, lalu di lanjut ma’arif dan yang terakhir INS kayutanan, pada dasarnya lembaga – lembaga pendidikan tersebuat memiliki tujuan yang berbeda, namun misi dan sifatnya pedagonis, nasionalis, nasionalis relijius, atau nasional politi, dalam artinya mereka sama sam meliki sifat cita tanah air indonesia.

kujungi juga website kami di buku kerja guru kurikulum 2013

Muhammadiyah, muhamadiyah lahir bersama dengan gejolak nasionalis yang masih mendapatkan pengaruh besar dari pemerintahan hidia – belanda, bersama berdirinya organisasi budiutomo 1908, pendidikan muhammadiyah lahir lahir di kampung yauman yogyakarta 18 november 1912, walaupun pada dasarnya muhammadiyah telah lahir sejak 1911, dalam pekembangannya sekolah tersebut berganti nama menjadi volksschool atau sekolah rakyat selama tiga tahun, lalu di kemudian muhammadiyah kembali mendirikan sekolah yang jangka waktunya mengeyam pendidikan selama tiga tahun yang bernama sekolah kesultanan/sultanaatschool, lalu di lanjut HIS muhammadiyah, yitu sekolah yang pada asalnya sekolah yang bernama MULO yang pemerinthan belanda memberika bantuan berupa dana kepada sekolah tersebut, juga di beri bantuan oleh AMS yang di beri bantuang oleh orang – orang intelektual berbangsa indonesia yang beraliran nasionalis dan Holland inlandse kweekschool.

Pada dasarnya muhammadiyah berdiri ketika itu dalam hal lembaga pendidikan, muhammadiayan adalah yang keluar dari barisan – barisan islam yang mengisolasi dari bidang pendidikan dan sosial, muhammadiah ketika itu hendang memiliki tujuan ingin menjadi islam sebagai muslim – muslim yang befikir maju dan intelektual dalam bidang pendidikan, atau ringakasnya muhammadiyah menginginkan pembaharuan guna menjadi baik dan lebih baik, dalam hal ini muhmmadiyah dalam bidang pendidikan dari masa – kemasa terus meningkatkan kualitas pendidikanya hingga masa sekarang ini.

Taman siswa, organisisi ini dalam catatan sejarah telah menunjukan sifat – sifat nasionalisnya dan pedagonis secara budaya, dapat kita ketahui juga pada awalnya organisasi ini bukanlah sebuah organisasi politik pada awalnya, namun masa – masa perjuang kemerdekaan indonesia, organisasi ikut andil dalam perjuangan tersebut, dalam hal ini kihajar dewantara selaku pendirinya ketika beliau berada di pengasingan oleh pemerintahan belanda di masa itu, bahwasanya bangsa indonesia harus benar benar memperjuangkan kemerdekaanya dalam pemdidikan, ketika itu kijajar dewarta benar – benar menyadari bawha kehidupan berbangsa dan betanah air itu harus berawal dari pendidikan baru akan memahami arti dari berbangsa dan bertanah air,  kihajar dewan tara juga di kala itu berpendapat bahwasanya setiap anak meliki hak – hakanya dalam kebebasan dalam hal menetukan potensinya masing masing, karena kebebasan dalam menetukan potensinya adalah awal dari kemajuan seorang anak dalam bidang pendidikanya, kihajar dewantara pun telah menerapkan prisip demokrasi kepada pendidikan sebagai berikut,

  1. Anak dalah merupakan pusat perhatian dalam dunia pendidikan
  2. Musyawarah sebagai prinsip yang harus dijalani dalam hal berdemokrasi dengan catatan menghargai pemimpin
  3. Dasar -dasar demokrasi adalah tangung jawab untuk memikul tangung jawab bersama.