Kenapa Masih Banyak Orang yang Memakai Hitungan Weton Jodoh?

Kenapa Masih Banyak Orang yang Memakai Hitungan Weton Jodoh?

Weton, istilah yang nggak asing di telinga kita, apalagi kalau kamu termasuk orang Jawa, pasti sangat lekat dengan istilah itu. Tapi, nggak jarang orang-orang menganggapnya sebagai ramalan budaya Jawa sehingga buat pasangan yang mau menikah harus menggunakan hitungan weton jodoh untuk mengetahui cocok atau nggaknya.

Padahal, menurut hakikatnya, weton bukan dijadikan ramalan karena merupakan perayaan hari kelahiran yang sudah disesuaikan dengan hitungan hari, bulan, tanggal, dan tahun di kalender Jawa. Kalau kamu belum tahu, kalender Jawa hampir mirip dengan kalender yang sudah biasa kita kenal sekarang, tapi ditambahkan adanya pasaran hari Jawa.

Weton sebenarnya nggak hanya di Jawa saja, masih ada Bali yang sampai sekarang menggunakan hitungan weton jodoh buat menentukan kecocokan pasangan. Kalau orang tua kedua pasangan atau salah satunya sangat kental dengan budaya weton ini, pasti akan memakai hitungan weton sebelum menentukan kepastian pernikahan.

Orang tua pasti mau mencari jodoh yang terbaik buat anaknya sehingga weton sering dijadikan bahan pertimbangan apakah akan dilanjutkan ke jenjang pernikahan atau nggak. Kalau keluargamu berasal dari Jawa asli, biasanya hitungan weton nggak pernah luput dari kehidupannya, begitu juga saat memilih calon jodoh kamu.

Ada alasan kenapa mereka tetap berpegang teguh dengan weton ini. Pertama karena sudah harus mengikuti tradisi. Orang zaman dulu memakai weton nggak hanya buat menentukan kapan waktu yang pas untuk memanen, tapi juga menentukan jodoh. Karena orang tua sudah mengikuti tradisi turun temurunnya, mau nggak mau kamu sebagai anaknya juga perlu mengikuti jejaknya.

Alasan kedua adalah kepercayaan. Masih berhubungan dengan tradisi sebagai alasan pertama, kepercayaan juga berasal dari turun temurun. Kepercayaan nggak hanya didiami oleh 1 generasi saja, tapi pasti juga akan diturunkan ke generasi berikutnya sehingga sangat susah dilupakan atau dihilangkan.

Tapi, kalau hitungan weton jodoh nggak cocok bagaimana? Orang tua yang kolot biasanya akan langsung menentang hubungan anaknya tapi kalau masih ada yang berbaik hati menerimanya, mereka akan membuat upacara tertentu dengan doa-doa sesuai kepercayaan masing-masing. Sebenarnya nggak sedikit juga pasangan harus menunda ke jenjang pernikahan hanya karena hitungan wetonnya nggak cocok.

Pemikiran orang bermacam-macam, ada yang percaya dan ada yang nggak. Kalau kamu memang nggak mau menggunakan hitungan weton jodoh nggak masalah salah saja. Toh, hubungan kamu nggak diatur dari tanggalan tapi dari diri kamu dan pasangan bagaimana menyikapi satu sama lainnya.

Written by