Rahmad Darmawan Jagokan Tiga Nama Untuk Kursi Pelatih Timnas

Rahmad Darmawan Jagokan Tiga Nama Untuk Kursi Pelatih Timnas

Mantan pelatih TIRA-Persikabo, Rahmad Darmawan, menilai ada tiga nama yang pantas untuk menjadi sosok pelatih tim nasional (timnas) Indonesia berikutnya. Ia pun turut mempertanyakan profil dari beberapa nama yang digadang-gadang akan menjadi pelatih timnas berikutnya. Belakangan ini, media-media Tanah Air memang ramai memunculkan nama-nama seperti Luis Milla (eks pelatih timnas Indonesia), Shin Tae-yong (eks pelatih Korea Selatan), serta Ruud Gullit (eks pemain timnas Belanda dan pelatih Newcastle United).

Seperti dilansir situs berita sepakbola Indonesia terkini, Bola Nusantara, pelatih yang juga pernah menukangi timnas Indonesia tersebut berpendapat bahwa pelatih internasional dengan nama besar belum tentu cocok dengan kebutuhan skuad merah putih, bahkan belum tentu menjadi jaminan akan sukses.

“Menurut saya, pelatih dengan nama besar dan kualitas fokus pada youth development kita. Memberi fundamental teknik, taktik, mental pada anak-anak. Lalu federasi kita memfasilitasi dengan kompetisi berjenjang dan berkualitas. Itulah yang sebetulnya kita butuhkan,” papar RD, sapaan akrab Rahmad Darmawan.

“Soal pelatih timnas, cukup coach Teco (Stefano Cugurra, Bali United), coach Indra (Sjafri, Indonesia U-22), dan coach Fakhri (Husaini, Indonesia U-19) yang lebih paham dengan kualitas dan budaya sepakbola kita,” ucapnya.

Sedangkan, untuk pelatih asing, ia menilai sebetulnya ada banyak hal yang harus dibenahi oleh PSSI sebelum merekrut sosok yang seperti itu. Diantaranya, keselarasan kalender kompetisi dan FIFA match day, kualitas kompetisi, wasit, serta infrastruktur, harus dibenahi terlebih dahulu.

“Kalau masalahnya ini, apakah kita masih perlu panggil pelatih-pelatih (seperti di atas)? Oke, kita panggil (Jose) Mourinho, apa ada jaminan bahwa level sepakbola kita  setara Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi, dalam waktu 1 atau 2 tahun? Bisa menjamin kita jadi delapan besar Asia? Bahkan apa bisa jaminan juara AFF 2020? Lalu kalau jaminan itu itu tidak ada apa urgensinya kita ambil mereka?” ujarnya.

Written by